<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>..::: J3C207131 :::..</title>
	<atom:link href="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id</link>
	<description>Luruskan Niat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 May 2012 07:48:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>INFORMASI</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/05/08/informasi/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/05/08/informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 07:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Unit Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Untuk informasi Penerimaan Mahasiswa Baru silahkan lihat info disini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk informasi Penerimaan Mahasiswa Baru silahkan lihat info <a title="Pascasarjana IPB" href="http://pasca.ipb.ac.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=383&amp;Itemid=354" target="_blank">disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/05/08/informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tata Cara Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2012 di Sekolah Pascasarjana IPB Tahun Akademik 2012</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/04/16/tata-cara-pendaftaran-beasiswa-unggulan-2012-di-sekolah-pascasarjana-ipb-tahun-akademik-2012/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/04/16/tata-cara-pendaftaran-beasiswa-unggulan-2012-di-sekolah-pascasarjana-ipb-tahun-akademik-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 08:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa unggulan 2012]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara pendaftaran BU 2012 di SPs IPB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pendaftar online SPs IPB (Sekolah Pascasarjana IPB) mulai tanggal 16 April 2012 dengan rencana biaya Beasiswa Unggulan DIKTI, pada saat memasuki halaman 6 di dalam Formulir A Online silahkan pilih Beasiswa Unggulan DIKTI Lihat gambar dibawah ini : &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Data-data online harus sudah lengkap dan berkas-berkas untuk pendaftaran Sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi pendaftar online SPs IPB (Sekolah Pascasarjana IPB) mulai tanggal 16 April 2012 dengan rencana biaya Beasiswa Unggulan DIKTI, pada saat memasuki halaman 6 di dalam Formulir A Online silahkan pilih <strong>Beasiswa Unggulan DIKTI</strong></p>
<p>Lihat gambar dibawah ini :<a href="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/ada-BU-nya-copy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-500" src="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/ada-BU-nya-copy-300x173.jpg" alt="" width="300" height="173" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Data-data online harus sudah lengkap dan berkas-berkas untuk pendaftaran Sekolah Pascasarjana IPB disertakan pendaftaran Beasiswa Unggulan (Bukti pendaftaran BU pada <a title="BU" href="http://beasiswa.dikti.go.id/bu/" target="_blank">laman BU</a> dan berkas-berkas lainnya sesuai persyaratan pada buku panduan BU)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/04/16/tata-cara-pendaftaran-beasiswa-unggulan-2012-di-sekolah-pascasarjana-ipb-tahun-akademik-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>84</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinergi Untuk Akselerasi Magister (S1-S2)</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/04/11/sinergi-untuk-akselerasi-magister-s1-s2/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/04/11/sinergi-untuk-akselerasi-magister-s1-s2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 07:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Akselerasi S1-S2]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah S1 langsung S2]]></category>
		<category><![CDATA[program Akselerasi IPB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Yaitu program untuk mengintegrasikan S1 dan S2 agar dapat meluluskan Magister dalam waktu 5 tahun dengan tetap mengedepankan kualitas. Pengembangan dan pembangunan daerah berkelanjutan memerlukan sumberdaya manusia yang berkualifikasi akademik dan memiliki pola pikir yang tangguh. Kondisi tersebut dapat terwujud, jika SDM pengelolanya mencapai tingkat pendidikan setidaknya Magister. Kebutuhan ini perlu direspon melalui berbagai program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/poster-Akselerasi-S1-S2-atas.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-490" src="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/poster-Akselerasi-S1-S2-atas-300x65.jpg" alt="" width="300" height="65" /></a>Yaitu program untuk mengintegrasikan S1 dan S2 agar dapat meluluskan Magister dalam waktu 5 tahun dengan tetap mengedepankan kualitas.<br />
Pengembangan dan pembangunan daerah berkelanjutan memerlukan sumberdaya manusia yang berkualifikasi akademik dan memiliki pola pikir yang tangguh. Kondisi tersebut dapat terwujud, jika SDM pengelolanya mencapai tingkat pendidikan setidaknya Magister. Kebutuhan ini perlu direspon melalui berbagai program kreatif, salah satunya adalah melalui penyelenggaraan program Sinergi S1-S2</p>
<p><a href="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/Program-Akselerasi-S1-S2.pdf">Klik Program Akselerasi S1-S2</a></p>
<p><a href="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/Program-Akselerasi-S1-S2.doc">Unduh Program Akselerasi S1-S2</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/04/11/sinergi-untuk-akselerasi-magister-s1-s2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Donor Darah #DDSM</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/04/10/donor-darah-ddsm/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/04/10/donor-darah-ddsm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 05:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[acara amal donor darah]]></category>
		<category><![CDATA[ddsm]]></category>
		<category><![CDATA[donor darah]]></category>
		<category><![CDATA[donor darah dibogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Susunan Acara]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/poster-digital.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-471 alignleft" src="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/poster-digital-300x285.jpg" alt="" width="300" height="285" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/susunan-acara-fix.docx">Susunan Acara</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/04/10/donor-darah-ddsm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Pendaftaran Beasiswa Unggulan Dalam Negeri 2012</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/03/16/panduan-pendaftaran-beasiswa-unggulan-dalam-negeri-2012/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/03/16/panduan-pendaftaran-beasiswa-unggulan-dalam-negeri-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 08:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa unggulan 2012]]></category>
		<category><![CDATA[bu dalam negeri 2012]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Dalam upaya meningkatkan kompetensi akademis calon dosen dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi unggul, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi menyediakan pembiayaan pendidikan pascasarjana dalam bidang-bidang strategis di dalam maupun di luar negeri melalui Program Beasiswa Unggulan. Program beasiswa ini ditujukan bagi lulusan terbaik perguruan tinggi untuk berkarir sebagai calon dosen, dan juga bagi Tenaga Kependidikan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Dalam upaya meningkatkan kompetensi akademis calon dosen dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi unggul, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi menyediakan pembiayaan pendidikan pascasarjana dalam bidang-bidang strategis di dalam maupun di luar negeri melalui Program Beasiswa Unggulan. Program beasiswa ini ditujukan bagi lulusan terbaik perguruan tinggi untuk berkarir sebagai calon dosen, dan juga bagi Tenaga Kependidikan yang berprestasi yang akan meningkatkan kualifikasi sesuai tugas dan fungsinya. Pada tahun 2012, Perguruan Tinggi Penyelenggara Beasiswa Unggulan Dalam Negeri sebanyak 15 Perguruan Tinggi termasuk IPB. Program ini sangat penting untuk mengembangkan sumberdaya manusia terutama untuk kaderisasi tenaga dosen baik di IPB maupun di luar IPB.</p>
<p style="text-align: justify">Pedoman Beasiswa Unggulan 2012 dapat di unduh <a href="http://beasiswa.dikti.go.id/bu/index.php/download/file/29_feb_2012_panduan_bu_diktendik_2012" target="_blank">disini</a>, sebelum melakukan pendaftaran online, <strong>silakan membaca terlebih dahulu</strong> panduan tersebut, untuk mengurangi permasalahan dalam proses pendaftaran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/03/16/panduan-pendaftaran-beasiswa-unggulan-dalam-negeri-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran BPPS 2012</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/03/09/pendaftaran-bpps-2012/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/03/09/pendaftaran-bpps-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 07:59:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[bpps 2012]]></category>
		<category><![CDATA[online bpps 2012]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Pendaftararan BPPS-Online 2012 akan dibuka mulai dari: Tanggal 18 Maret &#8211; 31 Mei 2012. website pendaftaran online BPPS : http://beasiswa.dikti.go.id/bpps/ informasi lain: http://evaluasi.dikti.go.id/epsbed/ Kepada Yth. Direktur / Dekan/Kepala Sekolah/Program Pascasarjan (Daftar terlampir) Dalam upaya meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia di perguruan tinggi, pada tahun 2012 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kembali memberikan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Pendaftararan BPPS-Online 2012 akan dibuka mulai dari:</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Tanggal 18 Maret &#8211; 31 Mei 2012.</strong></p>
<p style="text-align: justify">website pendaftaran online BPPS : <a title="BPPS online" href="http://beasiswa.dikti.go.id/bpps/" target="_blank">http://beasiswa.dikti.go.id/bpps/</a><br />
informasi lain: <a title="Evaluasi EPSBED Dikti" href="http://evaluasi.dikti.go.id/epsbed/" target="_blank">http://evaluasi.dikti.go.id/epsbed/</a></p>
<p style="text-align: justify">Kepada Yth.<br />
Direktur / Dekan/Kepala<br />
Sekolah/Program Pascasarjan<br />
(Daftar terlampir)</p>
<p>Dalam upaya meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia di perguruan tinggi, pada tahun 2012 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kembali memberikan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) bagi 6000 orang dosen tetap PTN maupun PTS di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang terdiri 3000 untuk Program Magister (S2) dan 3000 orang untuk Program Doktor (S3). Berdasarkan implementasi dan evaluasi penyelenggaraan BPPS tahun 2011, maka kebijakan Ditjen Pendidikan Tinggi tahun ini meniadakan pembagian kuota PPs penyelenggara maupun kuota PT/Kopertis pengirim.</p>
<p>Sasaran dari BPPS tahun 2012 &#8230;.</p>
<p>Unduh surat resmi <a title="Pengumuman BPPS 2012" href="http://dikti.go.id/ketenagaan/BPPS%20untuk%20direktur.pdf" target="_blank">disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/03/09/pendaftaran-bpps-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beasiswa Unggulan Luar Negeri (BULN) TA 2012</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/03/05/beasiswa-unggulan-luar-negeri-buln-ta-2012/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/03/05/beasiswa-unggulan-luar-negeri-buln-ta-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 07:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Pendaftaran Beasiswa Unggulan Luar Negeri T.A. 2012 sudah dibuka. Penawaran Beasiswa ini dapat dilihat lengkap pada website dikti.go.id. Pertanyaan seputar pendaftaran ini bisa melalui email : beasiswaunggulan@dikti.go.id Kelengkapan berkas yang harus dikirimkan : 1. Print out bukti registrasi online; 2. Form A Dikti; 3. LoA (Letter of Acceptance); 4. Foto copy ijazah dan transkrip (IPK) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://beasiswa.dikti.go.id/bu/index.php/read/pendaftaran-beasiswa-unggulan-luar-negeri-t.a.-2012" title="Pendaftaran BULN TA 2012" target="_blank">Pendaftaran Beasiswa Unggulan Luar Negeri T.A. 2012</a> sudah dibuka. Penawaran Beasiswa ini dapat dilihat lengkap pada website dikti.go.id. Pertanyaan seputar pendaftaran ini bisa melalui email : beasiswaunggulan@dikti.go.id</p>
<p>Kelengkapan berkas yang harus dikirimkan :<br />
1. Print out bukti registrasi online;<br />
2. Form A Dikti;<br />
3. LoA (Letter of Acceptance);<br />
4. Foto copy ijazah dan transkrip (IPK) S1 dan S2 yang telah dilegalisasi untuk yang akan menempuh program S3, atau salinan ijazah dan transkrip S1 untuk yang akan menempuh program S2;<br />
5. Foto copy sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris yang masih berlaku (TOEFL institusional / ITP/iBT / IELTS);<br />
6. Pelamar program Doktor (S3) wajib melampirkan usulan penelitian (research proposal) yang telah disetujui oleh, atau sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan dengan, calon pembimbing di PT luar negeri yang dituju;<br />
7. Surat Perjanjian / surat pernyataan bagi yang belum memiliki homebase;<br />
8. Surat ijin rektor/pimpinan perguruan tinggi. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/03/05/beasiswa-unggulan-luar-negeri-buln-ta-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KIAT MENJAGA LISAN</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/02/16/kiat-menjaga-lisan/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/02/16/kiat-menjaga-lisan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 08:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[KH. Abdullah Gymnastiar Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan luput dari pendengaran Allah. Tiada satu patah katapun yang diucapkan kecuali pasti memakan waktu. Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan kecuali dengan sangat pasti harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Maka, sebaik-baik dan seberuntung-beruntungnya manusia adalah orang yang sangat mampu memperhitungkan dan memperhatikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: 'arial';font-size: x-small">KH. Abdullah Gymnastiar</span></p>
<p>Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan luput dari pendengaran Allah. Tiada satu patah katapun yang diucapkan kecuali pasti memakan waktu. Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan kecuali dengan sangat pasti harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Maka, sebaik-baik dan seberuntung-beruntungnya manusia adalah orang yang sangat mampu memperhitungkan dan memperhatikan setiap kata yang diucapkannya. Sungguh, alangkah sangat beruntungnya orang yang menahan setiap kata-kata yang diucapkannya, alangkah sangat beruntungnya orang yang menahan diri dari kesia-siaan berkata dan menggantinya dengan berdzikir kepada Allah.</p>
<p>Berkata sia-sia membuang waktu sedangkan berpikir membuka pintu hikmah. Maka, alangkah beruntungnya orang yang kuasa menahan lisannya dan menggantinya dengan berdzikir. Berkata sia-sia mengundang bala, berdzikir kepada Allah mengundang rakhmat. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (tidak memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma&#8217;ruf dan nahi munkar serta berdzikir kepada Allah azza wa Jalla (HR. Turmudzi).</p>
<p><span id="more-432"></span>Setiap manusia diberi modal oleh Allah dalam mengarungi kehidupan ini. Modalnya adalah waktu, dan seberuntung-beruntungnya manusia adalah orang yang memanfaatkan waktunya untuk keuntungan dunia dan akhiratnya, sedangkan sebodoh-bodohnya manusia adalah orang yang menghambur-hamburkan modalnya (waktu) tanpa guna.</p>
<p>Setiap kali kita berbicara pasti menggunakan modal kita, yaitu waktu. Maka, sebenarnya kemuliaan dan kehormatan itu dapat dilihat dari apa yang diucapkannya. Allah SWT berfirman :<br />
&#8220;Amat sangat beruntung, bahagia, sukses, orang yang khusu&#8217; dalam sholatnya, dan orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh menahan diri dari perbuatan dan perkataan sia-sia.&#8221; (QS Al Mu&#8217;minun 23: 1- 3), subhanallah.</p>
<p>Sahabat-sahabat sekalian, salah satu ciri martabat keislaman seseorang itu bisa dilihat dari bagaimana ia berjuang keras untuk menhindarkan dirinya dari kesia-siaan. Maka semakin kita larut dalam kesia-siaan maka, akan semakin tampak keburukan martabat keislaman kita dan semakin akrab dengan bala bencana, yang selanjutnya hati pun akan keras membatu dan akan lalai dari kebenaran. Rasulullah sendiri dengan tegas melarang kita banyak bicara yang sia-sia.<br />
&#8220;Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hari, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras.&#8221; (HR. Turmudji)</p>
<p>Kita lihat banyak orang berbicara tapi ternyata tidak mulia dengan kata-katanya. Banyak orang berkata tanpa bisa menjaga diri, padahal kata-kata yang terucapkan harus selalu dipertanggung-jawabkan, yang siapa tahu akan menyeretnya ke dalam kesulitan. Sebelum berkata, kita yang menawan kata-kata, tapi sesudah kata terucapkan kitalah yang ditawan kata-kata kita.<br />
Rasulullah bersabda : &#8221; Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Maka barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya&#8221;. (HR. Abu Hatim).</p>
<p>Dari Sahl bin Sa&#8217;ad as Saidi, dia berkata:<br />
&#8220;Barang siapa menjamin bagiku apa yang ada diantara dua tulang rahangnya (lidah) dan yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), niscaya akan aku jamin surga baginya.&#8221;(HR. Bukhari).</p>
<p>Dalam hadits lain Rasulullah bersabada;<br />
&#8220;Barangsiap menjaga dari kejahatan qabqabnya, dzabdzabnya, dan laglagnya, niscaya ia akan terjaga dari kejahatan seluruhnya.&#8221;(HR. Ad Dailami) Yang dimaksud qabqab adalah perut, Dzaabdzab adalah kemaluan, dan Laqlaq adalah lidah.</p>
<p>Maka tampaknya adalah menjadi wajib bagi siapapun yang ingin membersihkan hatinya, mengangkat derajatnya dalam pandangan Allah Ajjaa Wa Jallaa, ingin hidup lebih ringan terhindar dari bala bencana, untuk bersungguh-sungguh menjaga lisannya. Aktivitas berbicara bukanlah perkara panjang atau pendeknya, tapi berbicara adalah perkara yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya.</p>
<p>Ada sebuah kisah, suatu waktu ada seseorang bertanya tentang suatu tempat yang ternyata tempat tersebut adalah tempat mangkal &#8220;wanita tuna susila&#8221;. &#8220;Dimana sih tempat x ?&#8221; Lalu si orang yang ditanya menunjuk ke arah suatu tempat dan hanya dengan &#8220;Tuh !&#8221;, lalu si penanya datang ke sana dan naudzubillah dia berbuat maksiat, di pulang, lalu dia sebarkan lagi kepada teman-temannya, lalu berbondong-bondong orang ke sana, berganti hari, minggu, dan tahun. Maka setiap ada orang yang bermaksiat di sana, orang yang menunjukkan itu memikul dosanya, padahal dia hanya berkata : &#8220;Tuh !&#8221;, cuman tiga huruf. Setiap hari orang berzina di sana, maka pikul tuh dosanya, karena dia telah memberi jalan bagi orang lain untuk bermaksiat dengan menunjukkan tempatnya.</p>
<p>Jadi waspada, dengan lidah, menggerakkannya memang mudah, tidap perlu pakai tenaga besar, tidak perlu pakai biaya mahal, tapi bencana bisa datang kepada kita. Berbicara itu baik, tapi diam jauh lebih bermutu. Dan ada yang lebih hebat dari diam, yaitu BERKATA BENAR.<br />
&#8220;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam !&#8221; (HR. Bukhari Muslim).</p>
<p>Sebab lisanlah yang banyak memasukkan kita ke neraka. Rasulullah bersabda :<br />
&#8220;Kebanyakan yang memasukkan ke neraka adalah dua lobang, yaitu : mulut dan fardji (kemaluan)&#8221; (HR Turmudji dan Imam Ahmad). Sedangkan Imam Hasan berkata bahwa, &#8220;Tidak akan berarti agama seseorang bagi orang yang tidak menjaga lisannya&#8221;.</p>
<p>: bahwa melanjutkan, Beliau &#8220;Baiknya Islam seseorang adalah dengan meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya&#8221;. Untuk dapat menjaga lisan menjadi terjaga dan bermutu, ada empat syaratnya, yaitu :</p>
<p>1. Berkatalah dengan Perkataan yang Benar<br />
Kalau kita ingin berbicara dengan benar, maka pastikan bahwa pembicaraan kita bersih dari bohong, bersih dari dusta. Kata-kata kita ini harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jangan pernah mau berkata apapun yang kita sendiri tidak yakin dengan apa yang kita katakan. Jangan berusaha berkata-kata semata-mata agar orang terkesima, terpesona, suka, karena semuanya tidak akan menolong kita. Perkataan kita yakin dengan seyakin-yakinnya haruslah dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Bohong, dusta, sama sekali tidak akan menolong diri kita ini, karena kedustaan mutlak diketahui oleh Alloh dan sangat mudah bagi ALlah membeberkan segala kebohongan dan kedustaan kita.</p>
<p>Dusta tidak akan mengangkat derajat, bahkan sebaliknya kalau Allah membeberkan kebohongan kita, kedustaan kita, maka, kita akan menjadi orang yang tidak berharga sedikitpun. Untuk dapat orang percaya pada kita tidak bisa dibeli dengan uang, tidak bisa dibayar dengan harta, sekali tampak bahwa kita pendusta, pembohong, tukang tipu, maka akan butuh waktu yang sangat lama untuk mengembalikan kepercayaan orang pada kita.</p>
<p>Dusta, bohong, hanya membuat hidup jadi sempit. Camkan, bahwa semakin banyak kita berbohong, semakin sering kita berdusta, maka kita telah membuat penjara, yang membuat kita selau takut dusta kita terbuka, bahkan selanjutnya kita akan berusaha untuk membuat dusta baru, bohong baru untuk menutupi kebohongan yang telah kita lakukan.</p>
<p>Beranilah hidup tampil dengan apa adanya, biarlah kita tampil begini adanya. Kenapa harus berdusta, lebih baik kita tidak diterima, karena kita sudah mengatakan apa adanya daripada kita diterima karena mendustainya. Jangan berat untuk tampil apa adanya. Daripada kita sibuk merekayasa agar rekayasa kata, sangat pasti tidak akan menolong sedikitpun &#8220;yu izzumantasyaa wa tudzillu man tasya&#8221; Yang mengangkat derajat bukan kebohongan, bukan rekayasa kita, tapi Allah saja, dan sebaliknya yang menghinakan juga Allah.</p>
<p>Cegahlah dusta walau sekecil apapun, kecuali tentunya bohong yang dibenarkan oleh syariat. Misalnya, bohong dalam rangka bersiasat kepada musuh, bohong ringan dengan maksud untuk mendamaikan orang-orang yang bersengketa demi kebaikan. Bohong istri kepada suami atau sebaliknya dengan maksud untuk menyembunyikan kejelekan, bohong untuk membahagiakan dengan cara yang sah dan benar, tetapi bukan bohong untuk menyembunyikan aib dan kesalahan.</p>
<p><span style="font-family: 'Arial';font-size: x-small"><span style="font-family: 'arial';font-size: x-small">Sahabat-sahabat sekalian, Berpikirlah sebelum berbicara. Jangan pernah biarkan terlontar dari lisan ini sesuatu yang kita sendiri meragukannya. Apalagi dengan sengaja kita berkata dusta, naudzubillah. Demi Allah, Allah Maha Mendengar, tahu persis segala nita di balik kata yang kita ucapkan. Kedustaan kita hanya masalah waktu saja bagi Allah untuk membeberkannya, walau mati-matian kita menutupinya. Maka, pastikan setiap pembicaraan kita untuk tidak ada dusta, walau sedikitpun.</span></span></p>
<p>Firman-Nya,<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar&#8221;. (QS Al Baqarah:263) Cukuplah ayat ini sebagai dalil bagi hamba-hamba-Nya untuk selalu menyampaikan kebenaran.</p>
<p>Selalulah mohon kepada Allah agar lisan ini dituntun dan dilindungi sehingga terhindar dari perkataan yang tidak benar.</p>
<p>2. Berkatalah sesuai tempatnya<br />
&#8220;Liqulli maqaam maqaal walikulli maqaal maqaam&#8221; Artinya, &#8220;Tiap perkataan itu ada tempat terbaik dan setiap tempat memiliki perkataan (yang terucap) yang terbaik pula.&#8221;</p>
<p>Tidak setiap kata sesuai di setiap tempat, sebaliknya tidak setiap tempat sesuai dengan perkataan yang dibutuhkan. Hati-hati sebelum kita bicara, harus kita ukur siapa yang diajak bicara. Berbicara dengan anak kecil tentu akan jauh beda dengan ketika berbicara dengan orang tua. Berbicara dengan remaja tentu akan jauh beda dengan ketika berbicara dengan guru kita. Orang yang tidak terampil untuk membaca situasi, walau niatnya benar, hasilnya bisa jadi kurang benar.</p>
<p>Lihatlah misalnya, ketika kita berbincang dengan ponakan yang masih kecil, betapa kita akan berusaha menyesuaikan diri dengan dunianya, gerakan tangan kita, raut muka kita. Hal ini karena dia tidak akan mengerti kalau kita menggunakan gaya bahasa orang tua. Tapi tidak mungkin kita memperlakukan guru kita dengan cara yang sama seperti kala kita berbicara kepada keponakan kita.</p>
<p>Oleh karena itu, niat untuk berdakwah dengan mengetahui dalil-dalil Quran, memahami dan mengetahui banyak hadist, belumlah cukup. Sebab kalau kita berbicara tanpa cara yang tepat, misalnya dengan mengobral dalil, menunjukkan banyaknya hafalan saja, tidaklah cukup.</p>
<p>Dalam situasi orang berkumpul pasti punya kondisi mental yang berbeda, ada orang yang sedang gembira, yang tentu saja akan berbeda daya tangkapnya dengan yang sedang nestapa. Ada orang yang sedang menikmati kesuksesannya, dan tentu saja akan berbeda dengan orang yang sedang dilanda masalah dalam hidupnya. Oleh karena itu orang yang sehat berbeda kemampuan menangkap idenya, dengan orang yang sedang sakit, orang yang sedang segar bugar, ceria berbeda kemampuan memahaminya dengan orang sudah letih lahir batinnya. Maka seseorang pembicara terbaik tidak cukup hanya berbica benar, tapi juga harus sangat bisa memilih situasi kapan dia berbicara.</p>
<p>Mengapa banyak nasehat orang tua yang tidak didengar oleh anaknya yang masih remaja? Saya khawatir orang tua merasa benar dengan apa yang dikatakannya, tapi tidak benar dalam membaca situasi dan kondisi remaja yang sedang diajak bicara, yang notabene kondisinya sedang labil. Memang aneh kita ini ketika anak masih kecil, orang tua akan berusaha beraktivitas, bersikap, dan berbicara agar dapat dipahami oleh si kecil, tetapi menjelang remaja, pada saat perpindahan usia, perpindahan masa, ia tidak berusaha beradaptasi dengan kondisi anaknya. maka disinilah kita perlu ilmu. Sebab dengan ilmu yang memadai setiap orang dapat berwibawa di depan anak-anaknya.</p>
<p>Subhaanallah,<br />
Ada banyak cara dalam berkomunikasi, dan berbahagialah jikalau kita diberi keterampilan oleh Allah untuk berbicara sesuai dengan kondisi dan tempatnya. Kita berdialog dengan petani, tentu saja berbeda dialognya dengan seorang eksekutif. Berada di lingkungan santri yang fasih bahasa Arab, tentu saja berbeda kalau kita harus berdialog dengan orang di pasar yang tidak mengerti bahasa Arab. Seorang pendakwah misalnya, kalau orangnya tidak arif, ia akan sibuk mengobral dalil, mengobral kata-kata, walau tentu saja tidak semuanya salah, tapi apalah artinya jika kita meletakkan sesuatu tidak sesuai tempatnya.</p>
<p>Pernah terjadi suatu ketika Umar bin Khathab bertemu dengan Abu Hurairah, &#8220;Mau pergi kemana engkau, hei Abu Hurairah?&#8221; Tanya Umar<br />
&#8220;Aku mau ke pasar, akan aku umumkan apa yang kudengar dari Rasulullah SAW,&#8221; Jawab Abu Hurairah. &#8220;Apa kata Beliau ?&#8221;, Umar bertanya lagi &#8220;Setiap orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, maka dakhalal Jannah, akan masuk Surga&#8221;. &#8220;Tunggu dulu, wahai sahabat&#8221;, cegah Umar. Umar bin Khathab pun kemudian pergi menemui Rasulullah. &#8220;Yaa Rasulullah, apakah benar engkau bersabda demikian (sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Hurairah)?&#8221; Tanyanya. Dan Rasul pun meng-iya-kan. &#8220;Tetapi, Yaa Rasul, saya keberatan kalau sabdamu itu disebarkan kepada sembarang orang karena dikuatirkan akan salah dalam menafsirkannya.&#8221;</p>
<p>Mendengar keberatan Umar itu, Rasul tercenung, lalu sesaat kemudian bersabda, &#8220;Yaa, aku setuju dengan pendapatmu&#8221;. Abu Hurairah pun lalu dilarang untuk mengumumkannya di pasar.</p>
<p>Demikianlah, perkataannya benar, sesuai dengan kenyataan. Akan tetapi, karena dikuatirkan akan salah penafsiran orang yang mendengarnya, karena diucapkan tidak pada tempatnya.<br />
3). Jagalah Kehalusan Tutur Kata<br />
Orang yang lisannya bermutu haruslah berkemampuan memperhalus dan menjaga kata-katanya tidak menjadi duri atau tidak bagai pisau silet yang siap melukai orang lain. Betapa banyak kata-kata yang keluar yang rasa-rasanya ketika mengeluarkannya begitu gampang, begitu enak, tapi yang mendengar malah sebaliknya, hatinya tercabik-cabik, tersayat-sayat perasaannya, begitu perih dan luka tertancap dihatinya. Seakan memberi nasehat, tapi bagi yang mendengar apakah merasa dinasehati atau malah merasa dizhalimi.</p>
<p>Hati-hati, ibu kepada anak, suami kepada istri, istri kepada suami, guru kepad murid, atasan kepada bawahan. Kadang kelihatannya seperti sedang memberi nasehat tetapi sesungguhnya kalau tidak hati-hati dalam memilih kata, justru kita sedang mengumbar duri-duri pisau &#8216;cutter&#8217; yang tajam mengiris.</p>
<p>Rasulullah bersabda, &#8220;Jiwa seorang mukmin bukanlah pencela, pengutuk, pembuat perbuatan keji dan berlidah kotor&#8221; (HR. Turmudji dan Ibnu Mas&#8217;ud).</p>
<p>Bahkan bagi orang kafir sekalipun, Nabi melarang mencelanya. Dikisahkan bahwa ketika beberapa orang kafir terbunuh dalam perang Badar, Nabi bersabda :<br />
&#8220;Janganlah kamu memaki mereka, dari apa yang kamu katakan, dan kamu menyakiti orang-orang yang hidup. Ketahuilah bahwa kekotoran lidah itu tercela&#8221; (HR. An Nasai)</p>
<p>Sahabat-sahabat kalau kita berbuat salah, kita begitu rindu orang lain bersifat bijak kepada kita dengan memberi maaf. Kala kita tak sengaja memecahkan piring atau melakukan kesalahan sehingga TV rusak atau kita naik motor agak lalai sehingga menabrak atau masuk got. Maka apa yang kita inginkan ? Yang kita inginkan dari orang lain adalah dia dapat bijaksana kepada kita. &#8220;Innaalillaahi wa innaailaihi raaji&#8217;uun&#8221; &#8220;Lain kali lebih hati-hati, jadikan ini pelajaran yang baik, bertaubatlah&#8221;. Demikian kata-kata bijak yang kita harapkan. Sebab sangat pasti akan selalu ada kesempatan kita untuk berbuat kesalahan.</p>
<p>Dikala itu, jika orang menyikapi dengan baik, kita diberi semangat untuk bertaubat, semangat untuk mempertanggungjawabkan, kita tidak dicela, kita tidak dipermalukan, maka yang terjadi adalah semangat kita untuk mempertanggungjawabkannya menjadi lebih besar.</p>
<p>Bandingkan dengan kalau kita melakukan suatu kesalahan, lalu orang lain marah kepada kita, &#8220;Diam disini, ini perhatikan ! Dasar anak dungu, tidak hati-hati, begitu sering membuat kesalahan, kemarin ini, sekarang itu. Ini adalah kelakuan yang sangat menyebalkan, dia pengacau di tempat kita, dia adalah orang yang paling merugikan&#8221;. Bayangkan perasaan kita, yang terjadi adalah merasa dipermalukan, merasa dicabik-cabik, merasa dihantam, merasa diremukkan, harga diri kita benar-benar diinjak-injak. Saya kira kata-kata itu tidak akan masuk ke dalam kalbu, kecuali dendam yang akan merasuk.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa suatu waktu, seorang Arab Badwi bertemu Rasulullah SAW, dan Rasulullah berkata : &#8220;Engkau harus bertakwa kepada Allah, Jika seseorang membikin malu padamu, dengan sesuatu yang diketahuinya padamu, maka janganlah memberi malu dia dengan sesuatu yang engkau ketahui padanya. Niscaya akan celaka padanya dan pahalanya padamu. Dan janganlah engkau memaki sesuatu !&#8221; (HR. Bukhari-Muslim)</p>
<p>Dalam Hadist lain Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Bahwa yang pertama-tama diberitahukan Tuhan kepadaku dan dilarang aku daripadanya sesudah penyembahan berhala dan minum khamar, ialah mencaci orang&#8221;. (HR. Ibu Abi Dunya).</p>
<p>Sungguh kalau kita tidak suka dipermalukan, tidak suka disakiti, tidak suka direndahkan, mengapa kata-kata kita sering mempermalukan, merendahkan, menghinakan orang lain? Padahal, sebaik-baiknya kata adalah yang mengoreksi, yang dapat meraba perasaan diri sendiri dan orang lain kalau misalnya kita diperlakukan seperti itu. &#8220;Duh, dengan kata-kata ini dia terluka atau tidak, dengan kata-kata ini dia tersakiti atau tidak ?&#8221;</p>
<p><span style="font-family: 'Arial';font-size: x-small"><span style="font-family: 'arial';font-size: x-small">Manfaat tidak kalau misalnya ada yang shaum, lalu ditanya shaum atau tidak, makin kita tanya, &#8220;Saudara shaum atau tidak?&#8221; Padahal dia sedang berusaha menyembunyikan amalnya, terpaksa harus bicara. Kalau menjawab &#8220;Ya, Saya Shaum&#8221;, terbersit peluang untuk riya. Kalau menjawab, &#8220;Tidak&#8221;, jadi dosa karena berdusta. Kalau diam saja takut disangka sombong. Maka, kita telah menyusahkan orang gara-gara pertanyaan kita.</span></span></p>
<p>Saudara-saudara sekalian, sudahlah jangan banyak tanya yang kira-kira tidak bermanfaat bahkan menjadi beban bagi yang ditanya. Jangan pernah berkata yang membuat orang lain jadi susah, kita juga tidak mau disusahkan oleh perkataan orang lain. Kalau disuruh memilih, mending diajak bicara yang kasar atau yang halus ? Tentu kita akan memilih berbicara dengan bahasa yang halus.</p>
<p>Firmannya, &#8220;Hai orang-orang yang beriman! Janganlah segolongan laki-laki menghina segolongan yang lain, boleh jadi (mereka yang dihina itu) lebih baik dari mereka (yang menghina). Dan janganlah segolongan perempuan (menghina) golongan perempuan yang lainnya, boleh jadi (yang dihina) lebih baik dari mereka (yang menghina).&#8221; (QS. Al Hujurat 49:11).</p>
<p>Rasulullah juga bersabda,<br />
&#8220;Demi Allah Aku tidak suka menceritakan tentang seseorang&#8221;. (HR. Abu Daud dan Turmudji). Jangan pula menasehatkan apa yang tidak pernah kita lakukan, sebab firman-Nya: &#8220;Hai, orang-orang yang beriman, mengapa engkau berkata-kata sesuatu yang tidak engkau perbuat. Sesungguhnya amat besar kemurkaan Allah terhadap orang yang berkata tapi tidak melakukannya.&#8221; (QS. Ash Shaff 61: 2-3)</p>
<p>Maka, mulai sekarang, jagalah lisan kita, banyaklah berbuat daripada berkata, atau banyaklah berkata dengan perbuatan daripada banyak berkata tanpa ada perbuatan. Kita tidak akan terhormat oleh banyak berbicara sia-sia, kehormatan kita adalah dengan berkata benar atau diam.</p>
<p>Gelas yang kosong hanya diisi dengan air, tapi mata air yang melimpah airnya bisa mengisi wadah apapun. Artinya, orang yang kosong harga dirinya hanya ingin dihargai, tapi orang yang melimpah harga dirinya akan senang menghargai orang lain.</p>
<p>Pastikan gaya bicara kita jangan merendahkan orang lain, karena diri kita ingin dihargai, hal itu justru menunjukkan kerendahan diri kita. Karena mulut itu bagai moncong teko, hanya mengeluarkan isi teko, di dalam kopi keluar kopi, di dalam teh keluar teh, di dalam bening keluar bening. Maka berbahagialah bagi yang ucapannya keluar dari mulutnya bagai untaian kalung mutiara, yang niscaya ia akan merasakan betapa indah dan berkilau indahnya. Kalau pembicaraan bagai untaian perhiasan harganya, insyaallah hatinya akan berharga pula. Tapi kalau mulutnya bagai keranjang sampah tumpah, maka hatinya akan tak jauh pula.</p>
<p>Untuk dapat menjaga lisan menjadi terjaga dan bermutu, ada empat syaratnya yaitu:<br />
1. Berkatalah dengan perkataan yang benar<br />
2. Berkatalah sesuai tempatnya<br />
3. Jagalah kehalusan tutur kata<br />
4. Berkatalah yang bermanfaat<br />
Pastikan setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita itu full manfaat. Rasulullah bersabda, &#8220;Diantara tanda kebaikan akhlak manusia muslim adalah meninggalkan apa yang tidak perlu&#8221; (HR. Turmudji).</p>
<p>Dalam riwayat lain disebutkan bahwa, Nabi SAQ kehilangan Ka&#8217;ab bin Ajrah. Lalu beliau tanyakan kemana Ka&#8217;ab sekarang. Mereka menjawab: &#8220;Beliau sakit, yaa Rasulullah&#8221;. Lalu Nabi keluar berjalan, sehingga sampai pada Ka&#8217;ab, Lalu beliau bersabda : &#8220;Gembiralah wahai Ka&#8217;ab&#8221;, Lalu Nabi bertanya : &#8220;Siapakah wanita yang bersumpah ini kepada Allah ?&#8221; Ka&#8217;ab menjawab : &#8220;Ibuku, wahai Rasulullah&#8221; Lalu Nabi menyahut : &#8220;Apakah yang diberitahukan kepada engkau wahai Ummu Ka&#8217;ab ?&#8221; Ibunya Ka&#8217;ab menjawab : &#8220;Mungkin Ka&#8217;ab berkata perkataan yang tidak perlu atau tidak berkata yang diperlukan&#8221;. (HR. Ibnu Abi Dunya)</p>
<p>Maka, satu-satunya pilihan adalah berkata yang penuh manfaat. Ketika tiba-tiba hujan, &#8220;Huuh, hujan !&#8221; Lho, apa untungnya berkata begitu, apa dengan berkata begitu hujannya jadi berhenti ? Tidak kan&#8230;? Hujan adalah pekerjaan Allah, suka-suka Allah mau ngasih hujan atau tidak, yang pasti setiap perbuatan Allah itu bermanfaat buat orang beriman. Apa salahnya Allah menurunkan hujan, dulu waktu kemarau panjang mengeluh, di kasih hujan masih mengeluh juga.</p>
<p>Suatu ketika pernah duduk dengan seorang ulama yang terpelihara, &#8220;Aduh, jam tangan ketinggalan !&#8221; Tiba-tiba saya ingat, bahwa jam saya ketinggalan. &#8220;Kenapa pakai aduh ? Lebih bermanfaat kalau mengucapkan innaalillaahi, lupa nih ketinggalan jam, mudah-mudahan dapat diambil di waktu yang tepat&#8221;.</p>
<p>Sahabat-sahabat sekalian, jangan bunyi kecuali yang bermanfaat. Jangan pula mencela perbuatan Allah. Panas, dingin, hujan atau kemarau, dengan panas yang membakar sekalipun, jangan mencela. Atau tiba-tiba petir mengelegar, kenapa menjerit &#8230;.?</p>
<p>Bukannya malah menyebut nama Allah. Atau tiba-tiba menginjak bangkai, &#8220;Hiii bangkai anjing sialan !&#8221; Kenapa harus mencaci, tidak usah mencela, beristighfarlah, sebab Allah memberikan kejadian, sangat pasti ada hikmahnya.</p>
<p>4. Berkatalah yang Bermanfaat<br />
Dikisahkan bahwa suatu waktu Nabi Isa, as, melihat bangkai seekor anjing, ketika sahabat-sahabatnya berpaling karena jijik, maka Nabi Isa justru melihat susunan gigi putihnya yang tertata indah,</p>
<p>&#8220;Anjing itu giginya rapi sekali yaa&#8230;!&#8221;, Teman-temannya keheranan. &#8220;Yaa, Rabbii (Guru), kenapa Paduka berkata begitu, bangkai anjing itu kan sangat menjijikkan. Bahkan Paduka sendiri kalau dihina, dicaci, diremehkan dengan kata-kata jelek, kata-kata Tuan selalu baik ?&#8221;</p>
<p>Nabi Isa Menjawab:<br />
&#8220;Karena setiap orang memang akan mengeluarkan apa yang dimilikinya. Kalau pikiran dan perasaannya jelek, maka yang keluar adalah yang jelek-jelek juga&#8221;, Demikian jawabnya. Makin banyak kepeleset lidah, makin banyak masalah dan dosanya, makin banyak dosa, nerakalah tempatnya. Maka, &#8220;Fal yakul khairan au liyasmut&#8221;, &#8220;Berkatalah yang benar atau diam&#8221;, Demikian Sabda Nabi. Jangan sekali-kali mencela makanan yang sudah tersaji di depan mata. &#8220;Huuh, ini mah terlalu asin !&#8221; Kalau nggak suka kasikan kepada makhluk lain yang lebih membutuhkan. Ada makanan terlalu dingin, yaa hangatkan ! Jangan mengeluh, jangan mencela. Sebab sudah dikasih makan saja oleh Allah sudah untung.</p>
<p>Mencela atau mengutuk bukanlah akhlak seorang muslim. Rasulullah bersabda, &#8220;Orang Mukmin itu bukan type pengutuk&#8221; (HR. Turmudji). Dalam Hadits lain Nabi SAW bersabda, &#8220;Janganlah Kamu kutuk-mengutuk dengan kutukan ALLAH, dengan kemarahan-NYa, dan dengan neraka Jahannam&#8221;. (HR. Abu Dawud dan Turmudji)</p>
<p>Pernah suatu waktu ketika di tanah suci, ada seorang jemaah haji ikhwan yang suatu waktu ia mendapat jatah makanannya dingin dan keras. Maka, mengeluhlah dia, &#8220;Huuh, susah di Arab ini, masa nasi aja sebegini keras.&#8221; Gerutunya tanpa henti. Seseorang kemudian menasehatinya, &#8220;Pak, kalau Bapak semakin mengeluh, mencela, Bapak akan semakin sengsara, menderita. Karena yang memberi makan adalah ALLAH, ada kalanya Allah menguji dengan makanan yang enak dan lezat, ada kalanya pula Allah menguji dengan makanan yang tidak enak atau mungkin dengan makanan yang sudah basi. Kenapa ketika sekali ini makanan kita tidak enak, lalu kita sibuk mencaci, mencela, yang tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan justru mengundang murka Allah &#8221;</p>
<p>Padahal di Mekkah lamanya 40 hari, 40 x 3 = 120 kali, dan makan yang enggak enak ini cuma satu kali, maka tidak adik dia, zhalim dia. Sahabat-sahabat sekalian berhentilah mencela. Lihat orang berbibir tebal, sudahlah jangan mencela, toh bibik kita dan bibir dia, ALLAH juga yang menciptakan. Seseorang yang matanya sipit, tidak berarti kita harus mengatakan &#8220;betapa sempitnya dunia bagi dia&#8221;. Dia sama sekali tidak memiliki matanya, Allah-lah yang menciptakannya. Apakah kita akan mencela ciptaan Allah ?</p>
<p>Padahal olok-olok, penghinaan, dan pencelaan akan menyulitkan kita di akhirat kelak. Nabi SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya orang-orang yang memperolok-olok manusia itu, dibukakan pintu surga bagi salah seorang dari mereka. Lalu dikatakan kepadanya, &#8220;Mari, marilah!&#8221; Lalu orang yang memperolok-olokan itu datang dengan kesusahan dan kegundahannya. Ketika ia datang ke pintu surga itu, lalu pintu surga itu terkunci buat dia. Maka terus menerus seperti yang demikian, sehingga pintu itu dibukakan bagi orang tersebut, lalu dikatakan kepadanya. &#8220;Mari, Marilah!&#8221;, Maka ia tidak datang lagi ke pintu itu&#8221;. (HR. Ibnu Abi Dunya).</p>
<p>Maka pastikan, dari mulut kita tidak keluar kata-kata penghinaan, pencelaan, olok-olok, dan yang sejenisnya. Pokoknya kalau enggak perlu-perlu amat, jangan bunyi. Wah, kalau begitu nanti dunia ini sepi dong&#8230;<br />
Lho bicara itu tidak selalu harus pakai mulut, senyum ramah, duduk dengan penuh perhatian, santun, ini sudah bicara. Cara menunjuk, cara bersila, bagaimana kita bersikap terhadap pembicaraan orang lain. Itu semua sudah merupakan ribuan kata, bahkan jutaan kata.<br />
Ingatlah bahwa syarat istiqomahnya hati di jalan ALLAH adalah istiqomahnya lisan. Sabda Nabi SAW, bahwa &#8220;Tidak akan istiqomah iman seseorang sebelum istiqamah hatinya, dan tidak akan istiqomah hatinya sebelum istiqamah lisannya&#8221;. (HR. Ahmad) Subhanallah, maka marilah mulai sekarang kita menjaga dan mengelola lisan kita dengan hanya digunakan sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/02/16/kiat-menjaga-lisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Habibie ke Garuda</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/01/27/kunjungan-habibie-ke-garuda/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/01/27/kunjungan-habibie-ke-garuda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 09:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua.Source : http://brosurkilat.com Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda IndonesiaGaruda City [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua.Source : http://brosurkilat.com</p>
<p><strong>Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda IndonesiaGaruda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta</strong></p>
<p>12 Januari 2012</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/405946_2593380245835_1594557859_32548945_865612181_n.jpg" alt="" width="161" height="121" />Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo. Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President &amp; CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.</p>
<p><span id="more-418"></span></p>
<p>Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dik, anda tahu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, &#8230;&#8230;.itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur&#8230;&#8230;&#8230;Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekarang Dik,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;anda semua lihat sendiri&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dik tahu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pak Habibie menghela nafas&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu&#8230;&#8230;&#8230;bahkan hingga kini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dik, &#8230;&#8230;&#8230;.saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, &#8230;&#8230;&#8230;..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;saya mau kasih informasi&#8230;&#8230;&#8230;.. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dik, kalian tau&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..2 minggu setelah ditinggalkan ibu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu&#8230;&#8230;&#8230; Ainun&#8230;&#8230;&#8230; Ainun &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Ainun &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..saya mencari ibu di semua sudut rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya pilih opsi yang ketiga&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. ia melanjutkan pembicaraannya;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang&#8230;.. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dik, asal you tahu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 12 Januari 2012</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salam,</p>
<p>Capt. Novianto Herupratomo</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : kaskus</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/01/27/kunjungan-habibie-ke-garuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akibat Berdo&#8217;a</title>
		<link>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/01/23/akibat-berdoa/</link>
		<comments>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/01/23/akibat-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 02:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwisyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[akibat do'a]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[Nemu artikel bagus nehsebagai renungan kita semua. Saat aku meminta rezeki yang banyak, Dia menjawab dengan banyaknya kerjaan yang datang yang bikin aku pusing dan kecape&#8217;an. Akupun merevisi do&#8217;aku agar dimudahkan rezekiku dengan cara yang mudah pula, tanpa pusing dan kecape&#8217;an. Lalu Dia menjawab, &#160; &#8220;Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify">Nemu <a href="http://argatikel.blogspot.com/2009/08/akibat-berdoa.html" target="_blank">artikel bagus neh</a>sebagai renungan kita semua.</div>
<div style="text-align: justify">Saat aku meminta rezeki yang banyak, Dia menjawab dengan banyaknya kerjaan yang datang yang bikin aku pusing dan kecape&#8217;an. Akupun merevisi do&#8217;aku agar dimudahkan rezekiku dengan cara yang mudah pula, tanpa pusing dan kecape&#8217;an. Lalu Dia menjawab,</div>
<div style="text-align: justify"></div>
<div style="text-align: justify">
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>&#8220;Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat&#8221; (QS. 42:27).</p></blockquote>
<p>Ah, ternyata rezeki yang sampai kepadaku sudah cukup, sudah sesuai dengan ukuran kebutuhanku.Dan Dia sangat mengetahui keadaanku dan kebutuhan-kebutuhanku dibanding pengetahuanku atas diriku sendiri.</p>
<p><span id="more-387"></span><br />
Saat aku memohon ampunan, Dia ajarkan aku untuk bertobat. Tapi aku yang jahat dan bodoh ini selalu tobat kumat tobat kumat tobat kumat. Dan Mbah Surippun menyindirku dengan lagu, &#8220;Bangun tidur&#8230;.tidur lagi, bangun lagiii&#8230;.tidur lagi, bangooooonnnn&#8230;.tidur lagi&#8221;.</p>
<p>Tapi Alloh yang Maha Pengasih masih memberi jalan ampunan alternatif 2. Penyakit datang, maag 2 bulan belum selesai ditambah ambien 1 bulan. Alhamdulillah, aku bisa menghadapinya dengan senyum-senyum walau sedikit maksa. Semoga ini memang jalan ampunan bagiku. Alloh benar-benar Maha Pengasih dan tidak pernah mendzalimi hamba-hambaNya. Lihat saja, Dia mendatangkan penyakit kepadaku lalu mendekatiku hingga aku bisa bersabar, lalu Dia pula yang menyembuhkanku.</p>
<p>Ah, aku tidak berperan apa-apa, aku hanyalah seorang penyaksi atas segala perbuatanNya. Semoga aku tidak termasuk dalam metode ampunan alternatif 3, yaitu dicuci dalam neraka.<br />
Sesungguhnya Dia bersama orang-orang yang sabar, sehingga jika ada orang yang Dia kehendaki sabar maka Dia akan mendekatinya. Ya Alloh, tiap hari aku marah dan tiap hari pula aku membencinya. Ya Alloh, masukkanlah aku dalam barisan hamba-hambaMu yang sabar.<br />
Tiap do&#8217;a pasti dikabulkan, cuma kita terlalu sering tidak menyadarinya. Kita kurang peka atas jawaban-jawaban Alloh atas do&#8217;a yang kita panjatkan. Kekurang pekaan itu tidak lain dan tidak bukan adalah akibat kekotoran hati.</p>
<p>Tapi jangan cemas bagi yang belum menyadari jawaban atas segala do&#8217;a. Suatu saat akan datang suatu kesadaran yang sebenar-benarnya yang insya Alloh tidak ada lagi kesadaran sesudah itu.</p>
<p>Dalam kesadaran itu, terlihat jelas bahwa semua do&#8217;a telah dikabulkan. Itulah kesadaran akherat, keberadaannya amat dekat dan hanya dibatasi oleh tirai. Saat tirai itu terbuka, kita akan tau bahwa semua firmanNya adalah benar.<br />
Mari berjuang untuk membuka tirai itu. Atau kita menunggu saja tirai itu akan terbuka pada saatnya, hingga Fir&#8217;aun pun percaya kepada Tuhannya Musa, yang saat itu suatu kepercayaan tidak lagi ada gunanya.<br />
Semoga bermanfaat bagi diri, keluarga dan teman-temanku&#8230;..amin.<br />
Assalamualaikum wr wb.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwisyah.staff.ipb.ac.id/2012/01/23/akibat-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

